Emergency Help! +62 811 866869
Advanced
Search
  1. Home
  2. Tips Untuk Memilih Model Sekolah yang Cocok untuk Anak Autis

Tips Untuk Memilih Model Sekolah yang Cocok untuk Anak Autis

  • December 7, 2019
  • 0 Likes
  • 50 Views
  • 0 Comments

Menentukan konsep atau model sekolah seperti apa yang cocok untuk anak autis tentu tidak mudah. Para ahli terus bekerja untuk merumuskan metode dan pendekatan yang paling mengena agar anak-anakk autis bisa mengikuti dan menikmati proses belajar di sekolah dimaksud. Tetapi saat ini sudah tersedia pilihan bagi orang tua anak penyandang autisme untuk menyekolahkan anak mereka.

Ada tiga model pendidikan bagi anak autisme, yakni sekolah umum, inklusi dan khusus.

Untuk sekolah umum, anak autisme mendapat pendidikan setara dengan anak lainnya dan tanpa bimbingan pengajar khusus autisme. Di sekolah inklusi, anak mendapat pendidikan setara seperti anak lain, namun dengan bimbingan pengajar khusus. Sementara untuk sekolah khusus, sekolah ini memang ditujukan untuk anak-anak autisme.

Lantas, sekolah mana yang tepat bagi anak penderita autisme?

Penanggungjawab Akademik Sekolah Khusus Individu Autisma Mandiga, Yulianty Sitompul, mengatakan, orangtua perlu mengenali terlebih dahulu kemampuan sang anak sebelum memilih model pendidikan. Sebab, autisme merupakan spektrum, sehingga masing-masing anak autisme memiliki derajat gangguan yang berbeda-beda.

“Pilihannya berbalik lagi pada anak ini sendiri. Jadi tak bisa dipukul rata inklusi semua. Semua tergantung tingkat autisme,” kata Yulianty.

Dia menambahkan, bila anak autisme mampu di sekolah umum atau inklusi, maka tidak masalah. Sebaliknya, bila si anak tidak mampu, maka memaksakan mereka bersekolah umum akan membebani anak. Anak kemungkinan tidak akan berkembang dan tumbuh dengan baik. Sebab, yang didorong hanya segi akademik, bukan dasar-dasar sosialisasi dan kepribadian yang merupakan kelemahan anak autisme.

Yulianty menyarankan, bila anak tak mampu di sekolah umum, maka bisa dialihkan ke sekolah khusus autisme sehingga dapat mengikuti program secara khusus.

Elemen penting lain dalam pemilihan sekolah adalah tujuan orangtua menyekolahkan anak autisme.

“Kalau sekadar dapatkan ijazah terus sekolah tinggi, tanpa perhatikan kemampuan anak, yang ada sekolah malah marah-marah aja, jadi tak efektif. Yang perlu dilakukan, kenali dulu profil anak kita sendiri,” ujar Yulianty.

Sumber: Kompas.com

Leave Your Comment