Emergency Help! +62 811 866869
Advanced
Search
  1. Home
  2. Pertanyaan Umum Seputar Autisme

Pertanyaan Umum Seputar Autisme

  • June 6, 2019
  • 0 Likes
  • 30 Views
  • 0 Comments

Hal yang perlu digarisbawahi, “Autisme” salah satu kata yang paling disalahpahami dan istilah yang menimbulkan kepanikan bagi orang tua baru. 

Beberapa tahun lalu, rasio autisme pada anak-anak adalah 1:110, kini meningkat menjadi 1;60. Di India, 1 dari 3 persen anak-anak austistik adalah kelompok usia 2-9 tahun. Di Indonesia, pada 2015, seperti dilansir klinikautis.com, diperkirakan 1 dari 250 anak mengalami gangguan spektrum autis. Jumlah ini meningkat dari tahun ke tahun. 

Karena banyak yang tak paham tentang autisme, banyak pertanyaan yang perlu dijawab. Apa sebenarnya autisme? Apa tanda-tanda yang bisa diperhatikan orang tua? Apakah autisme disembuhkan? Apa yang bisa dilakukan orang tua untuk mendukung perkembangan perilaku pada anak-anak autis? 

Berikut jawaban-jawaban seputar autisme yang dihimpun dari webinar tentang Austistic Spectrum Disorder yang diselenggarakan Anupama Maruvada, terapis perilaku anak (Founder & Clinical Director of CBT 2) bersama Himalaya Babycare.

# 1. Apa yang dimaksud dengan autisme?

Autisme mengacu pada suatu kondisi neurologis di mana anak menghadapi kesulitan sosial, komunikasi dan perilaku.

# 2. Apa alasan terjadinya autisme pada anak-anak?

Menurut ilmu pengetahuan, alasan utama terjadi autisme pada anak tidak diketahui. Masih diadakan sejumlah penelitian secara luas untuk mencari tahu penyebab utama.

# 3. Bagaimana cara orang tua atau Ibu agar bisa menemukan gejala autisme di tahun-tahun awal kelahiran bayinya?

Sinyal pertama dari autisme dapat dilihat pada usia awal 6-9 bulan. Beberapa tanda-tanda awal adalah:

  • Cara yang tidak biasa dalam berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar
  • Tidak berinteraksi secara sosial 
  • Suka/tidak suka bermain dengan mainan atau bermain dengan cara tertentu
  • Terbatas / tidak ada kontak mata
  • Gerakan tubuh berulang-ulang
  • Terbatas/tidak menanggapi nama panggilan sendiri

# 4. Apa langkah-langkah yang dapat orang tua ambil di tahun-tahun awal seorang anak terkait autisme?

Sebagai orang tua, Ibu ada mulai dari saat pembuahan dan selama bertahun-tahun pertumbuhan seorang anak. Jika Ibu menemukan tanda-tanda atau gejala dari segi komunikasi / penundaan perilaku, maka cari bantuan profesional sedini mungkin.

# 5. Dapatkah autisme pada anak-anak dicegah?

Pasti ya! Autisme tidak dapat disembuhkan tetapi dapat diobati melalui diagnosis dan intervensi dini. Intervensi dini adalah menangani gejala autisme sejak awal kehidupan anak. Ini dilakukan di kalangan anak-anak dengan menggunakan pendekatan terapi perilaku kognitif holistik terpadu. Autisme bisa dipulihkan secara fungsional, dengan intervensi dini. 

# 6. Sampai usia berapa autisme dapat dicegah?

Autisme dapat dicegah jika dilakukan intervensi dini dan deteksi yang dilakukan dalam jangka waktu emas pertama, yaitu usia 5 tahun.

# 7. Apakah membosankan merupakan tanda-tanda autisme pada anak?

Salah! Anak-anak yang mengidap autis bisa jadi sangat membosankan atau hiperaktif.

8. Bagaimana Ibu bisa melihat gejala autisme pada anak-anak?

  • Bermain dengan mainan yang sama untuk waktu yang cukup lama
  • Mengulangi frasa yang sama
  • Mengulangi suara yang sama
  • Menyanyikan lagu yang sama
  • Merobohkan buku, mainan dan menjerit ketika ditinggalkan bersama sekelompok anak-anak
  • Terbatas / tidak ada kontak mata
  • Terbatas / tidak ada interaksi
  • Toleransi duduk rendah
  • Kepatuhan rendah

# 9. Apa peran terapi perilaku dalam mencegah autisme?

Terapi perilaku terdiri dari dua bagian. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) membantu dalam fungsional mencegah autisme melalui intervensi awal. Dan ada Applied Behavioral Analysis (ABA) yang membantu dalam melatih anak dengan keterampilan hidup sehari-hari dalam kasus-kasus autisme parah.

Kesimpulannya, autisme bukanlah penyakit. Ini adalah gangguan perilaku yang dapat dicegah. Usia 5 tahun pertama adalah masa emas bagi deteksi dan intervensi dini. Kurangnya kesadaran autisme pada anak telah menyebabkan ketakutan dan belum lagi stigma yang terkait dengan itu. Orangtua harus tahu apa itu autisme dan juga gejala awal.

Jika panduan profesional yang tepat dan terapi perilaku tersedia, autisme pada anak bisa dicegah.  Anupama Maruvada telah mengembangkan Infant Brain Stimulation dan BMSI Program sebagai bagian intervensi dini di CBT2 yang telah memberikan tingkat keberhasilan 99% dalam mencegah autisme fungsional.

Sumber: Nakita

Leave Your Comment