Emergency Help! +62 811 866869
Advanced
Search
  1. Home
  2. Pengaruh Wabah COVID-19 Terhadap Kesehatan Mental dan Emosional Anak Autis

Pengaruh Wabah COVID-19 Terhadap Kesehatan Mental dan Emosional Anak Autis

  • May 11, 2020
  • 0 Likes
  • 28 Views
  • 0 Comments

Menurut survei yang dilakukan di New York, Amerika Serikat, pada beberapa waktu silam. Wabah COVID-19 membuat keluarga yang memiliki anak autis mengalami kesulitan. Beberapa fasilitas pelayanan untuk anak autis sangat terganggu meskipun beberapa diantaranya beradaptasi dan bahkan menemukan beberapa cara baru. Selain itu, wabah COVID-19 membuat sekolah-sekolah dan penyedia layanan lainnya tutup. Hal ini jadi penyebab lebih dari 75 persen keluarga melaporkan gangguan sedang hingga berat pada layanan dan terapi anak-anak mereka.

Survei ini dilakukan pada lebih dari 8.000 keluarga yang punya anak dengan spektrum autisme dengan topik yang berfokus pada kehidupan mereka selama pandemi COVID-19. Kuesioner daring dikirimkan kepada keluarga yang telah berpartisipasi dalam SPARK. Sebuah upaya luas untuk mengumpulkan dan mempelajari data genetik dari orang dengan autisme dan keluarga mereka yang didanai oleh Simons Foundation Autism Research Initiative, di New York, Amerika Serikat.

“SPARK menyediakan infrastruktur bagi komunitas autisme untuk belajar satu sama lain dan segera berbagi pelajaran yang didapat. Bahkan, di saat-saat yang sama sulitnya dengan krisis coronavirus ini,” kata Wendy Chung yang mengembangkan survei dan merupakan peneliti utama studi SPARK seperti dikutip dari Disability Scoop (15/4/2020).

Survei yang dilakukan antara 20 sampai 30 Maret 2020 menunjukkan sekitar sepertiga keluarga mengatakan mereka menerima layanan atau terapi jarak jauh. Hampir setengahnya mengatakan hal tersebut memberi manfaat. Lebih dari 62 persen melaporkan bahwa anak mereka merasa baik secara keseluruhan dan sekitar setengah dari orang tua mengatakan hal yang sama tentang diri mereka sendiri.

Namun, pada saat yang sama, hampir semua orang yang menjawab mengatakan gangguan yang disebabkan oleh Virus Corona berdampak negatif pada perilaku anak mereka dengan autisme. 82 persen mengatakan itu telah memengaruhi kesehatan mental dan emosional anak mereka. Orang tua juga mengkhawatirkan anaknya akan kehilangan keterampilan yang selama ini dipelajari susah payah.

Namun, beberapa orang tua melaporkan melihat hal positif di tengah tantangan. Satu orang tua menunjukkan bahwa anaknya berjuang di sekolah secara sosial dan dengan komunikasi, tetapi tampak lebih bahagia dan lebih tenang di rumah. Yang lain mengatakan bahwa kelas online memungkinkan anak-anak mereka bergerak lebih lambat.

Ratusan orang tua mengatakan bahwa latihan pernapasan, yoga, doa, meditasi, dan latihan kesadaran lainnya telah membantu dalam menghadapi situasi ini. Mempertahankan jadwal harian juga penting untuk mencegah masalah perilaku, menurut temuan survei.

 

Sumber: Liputan6

 

Leave Your Comment