Emergency Help! +62 811 866869
Advanced
Search
  1. Home
  2. Paparan EDC Disinyalir jadi Penyebab Autisme

Paparan EDC Disinyalir jadi Penyebab Autisme

  • July 13, 2019
  • 0 Likes
  • 29 Views
  • 0 Comments

Penelitian terus dilakukan untuk mengetahui penyebab autis yang sering terjadi pada anak, namun alasan jelas mengapa autisme bisa terjadi pada anak masih belum ditemukan.

Para peneliti sebelumnya telah membantah tentang vaksin sebagai penyebab autis. Beberapa studi lain juga menyebut beberapa penyebab autis pada anak, seperti demam yang dialami ibu saat hamil, diabetes, hingga USG saat trimester pertama. Namun semua dugaan ini masih terus diteliti kebenarannya.

Dr. Harvey Karp, seorang dokter anak di Amerika, yang juga merupakan profesor di bidang kesehatan anak menyatakan bahwa dia telah menemukan penyebab autis terjadi pada anak-anak.

penyebab autis

Dr. Karp mengkalim dirinya telah menemukan penyebab autis yang sering terjadi pada anak-anak.

Paparan zat kimia EDC sebagai penyebab autisme pada anak

Dr. Karp meyakini, salah satu bahan kimia tertentu yang disebut EDC ( endocrine disrupting chemicals) adalah penyebab autis yang terjadi pada anak-anak. Di Indonesia, bahan kimia ini juga dikenal sebagai BPA (bisphenol A).

EDC banyak terkandung dalam peralatan rumah tangga, terutama yang berbahan plastik, seperti botol air minum, kaleng makanan, bahkan botol susu bayi.

Menurut WHO, EDC bisa menghambat fungsi reproduksi, meningkatkan risiko kanker payudara, juga memengaruhi pertumbuhan fisik anak, perkembangan saraf, serta fungsi imunitas pada anak-anak.

“Setiap orang punya BPA di dalam tubuhnya, karena semua paparan zat kimia yang ia terima. Semua benda berbahan plastik yang Anda miliki mengandung zat berbahaya ini,” kata Dr. Karp.

Lebih lanjut, Dr. Karp juga menjelaskan bahwa BPA memengaruhi hormon dan berbagai dampak negatif lain terhadap tubuh.

“Karena hormon mengatur sinyal di dalam otak, EDC bisa memasuki otak janin sebelum dilahirkan dan mengubah perkembangan otak.”

Dr. Karp meyakini, perbedaan hormon memiliki pengaruh besar karena anak laki-laki lebih sering terkena autis dibandingkan anak perempuan.

Mengurangi dampak negatif dari paparan zat kimia BPA dan BPS

Selain BPA, zat kimia BPS juga harus diwaspadai karena memiliki dampak negatif yang serupa. Dan BPS masih bisa terkandung di dalam produk yang memiliki label BPA-free.

Berikut adalah cara untuk mengurangi paparan zat kimia tersebut:

  • Jangan membeli terlalu banyak makanan kalengan, karena kaleng bisa mengandung zat kimia BPA atau BPS. Lebih aman membeli bahan makanan segar atau yang dibekukan.
  • Belilah produk dengan kemasan berbahan dasar silikon, karena bebas BPA dan BPS
  • Hindari penggunaan peralatan plastik yang memiliki label #7. Karena meskipun ia bebas BPA, namun kemungkinan masih menganudng BPS.

Semoga bermanfaat.

Sumber: theAsianParents.com

Leave Your Comment