Emergency Help! +62 811 866869
Advanced
Search
  1. Home
  2. Mengenal Jenis-jenis Autisme dan Gejalanya

Mengenal Jenis-jenis Autisme dan Gejalanya

  • August 10, 2019
  • 0 Likes
  • 68 Views
  • 0 Comments

Seringkali orang dengan gejala autism memandang dunia dengan cara yang berbeda, mereka seolah memiliki dunia sendiri. Meskipun begitu, kebanyakan penyandang autis sebenarnya adalah orang dengan sensitivitas dan bakat yang baik terhadap sesuatu.

Biasanya tanda-tanda awal yang menunjukkan adanya autism dapat didiagnosis sejak dini di rentang usia 1 – 6 tahun. Memang tidak ada tes medis yang akan langsung memberi diagnosis autism, hanya saja beberapa tes psikologis dapat dilakukan pada anak yang diduga memiliki gejala autism.

Autisme sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Perbedaan gejala yang menandainya menjadi dasar pengelompokan tersebut. Berikut ini beberapa jenis autism yang perlu untuk kita ketahui.

1. Autistic Disorder
4 Jenis Autisme yang Perlu Diketahui Orang Awamunsplash.com/Jelleke Vanooteghem

Jenis autis ini sering juga disebut dengan mindblindness. Anak dengan autistic disorder tidak memiliki kemampuan untuk memahami permasalahan dari sudut pandang orang lain. Biasanya mereka cenderung kurang bisa memahami hal-hal yang terjadi disekitarnya dan hanya hidup di dunianya sendiri. Hal ini bisa saja disebabkan oleh ketidakmampuan mengartikan emosi.

Meskipun begitu, anak dengan kecenderungan gejala ini bukan berarti tidak memiliki keunggulan. Kebanyakan justru memiliki kecakapan di bidang seni, berhitung, dan memori yang lebih tajam dibanding anak-anak pada umumnya.

2. Asperger Syndrome
4 Jenis Autisme yang Perlu Diketahui Orang Awamunsplash.com/Michał Parzuchowski

Pada dasarnya anak dengan asperger syndrome tetap mampu berinteraksi dengan orang lain. Malah bisa dibilang mereka mampu memahami hal-hal yang terjadi di sekitarnya dan memiliki empati. Hanya saja respon yang diberikan, seperti ekspresi saat berkomunikasi memang cukup minim. Ketertarikan yang diperlihatkan hanya jika tentang dirinya atau hal yang dianggap menarik.

Kebanyakan dari mereka sebenarnya tidak memiliki masalah keterlambatan bahasa. Bahkan dalam beberapa kasus, anak-anak ini justru memiliki kemampuan bahasa yang sangat baik meski terbatas pada bidang yang mereka sukai.

3. Childhood Disintegrative Disorder
4 Jenis Autisme yang Perlu Diketahui Orang Awamunsplash.com/Kelly Sikkema

Childhood disintegrative disorder atau biasa disebut dengan sindrom Heller, ditandai dengan adanya keterlambatan perkembangan motorik, bahasa, dan fungsi sosial. Anak dengan sindrom Heller mengalami perkembangan yang normal sampai usia 2 tahun, kemudian akan mulai kehilangan ketrampilannya secara perlahan.

Penyebab gangguan ini dapat karena terjadi ketidaksinkronan kerja sistem saraf di dalam otak, paparan lingkungan seperti racun atau infeksi dan juga respons autoimun.

4. Pervasive Developmental Disorder (Not Otherwise Specified)
4 Jenis Autisme yang Perlu Diketahui Orang Awamunsplash.com/Scott Webb

Biasanya gangguan ini menjadi diagnosis akhir dari gejala autism. Anak akan menunjukkan beberapa gejala autism tapi tidak memenuhi kriteria autism yang ada sebelumnya. Dibanding dengan ketiga jenis autism sebelumnya, gejala autis jenis ini bisa dibilang lebih kompleks.

Beberapa kasus ditandai dengan ketidakmampuan menanggapi perilaku orang lain, cenderung kaku pada rutinitas, dan kesulitan dalam mengingat sesuatu. Selain itu, yang tampak menonjol dari autism jenis ini adalah adanya interaksi dengan teman imajinatif.

Meski mengalami perkembangan yang berbeda, sebenarnya autism sendiri bukan merupakan gangguan kecerdasan. Justru tidak jarang anak dengan autism malah memiliki kemampuan yang lebih mumpuni dibanding anak pada umumnya.

Perlu ada kesadaran dan pengetahuan lebih tentang autism agar mereka juga punya kesempatan untuk mengembangkan diri.

Sumber: IDNtimes.com

Leave Your Comment