Emergency Help! +62 811 866869
Advanced
Search
  1. Home
  2. Jumlah Anak Autis Terus Meningkat

Jumlah Anak Autis Terus Meningkat

  • June 12, 2019
  • 1 Like
  • 488 Views
  • 0 Comments

Jumlah penderita autisme di Indonesia diyakini terus meningkat. Asisten Deputi Anak Berkebutuhan Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) Indra Gunawan mengatakan, jumlah anak autis di Indonesia masih mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Kementerian PPPA dengan Konsultan Smart Applied Behaviour Analysis Rudy Sutadi.

“Penghitungan jumlah penyandang autis merujuk pada insiden dan prevalansi autis, yaitu dua kasus baru setiap 1.000 penduduk per tahun dan 10 kasus per 1.000 penduduk,” kata Indra.

Indra memaparkan, jumlah penduduk Indonesia adalah 237,5 juta per 2018 dengan laju pertumbuhan 1,14 persen, mengacu pada data Badan Pusat Statistik 2010. Oleh karena itu, penyandang autisme di Indonesia diprediksi 2,4 juta orang dengan pertambahan 500 orang per tahun.

Namun, berbeda data yang diungkap Kementerian PPPA, Nahar menyebut, penderita autisme di Indonesia pada 2015 diperkirakan mencapai 12.800 anak. Sedangkan 134.000 menyandang spektrum autisme.

“Penyebaran terbanyak di daerah yang rasio kepadatan penduduk tinggi, contoh Jawa Barat dengan kasus diperkirakan mencapai 25 ribu,” katanya.

Kemensos berupaya melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait penanganan. Pemerintah, menurut dia, terus melengkapi regulasi terkait penyandang disabilitas, termasuk penderita autisme.

Beberapa regulasi yang melandasi tugas pokok masing-masing kementerian/lembaga sudah ada. Namun, aturan khusus yang dimandatkan UU Nomor 8 Tahun 2016 masih dalam proses.

“Beberapa penyebab meningkatnya penderita autisme antara lain tingginya polusi di lingkungan, tetapi banyak masyarakat belum memahami cara mendeteksi dini anak yang menderita autisme,” katanya.

Kementerian PPPA terus berusaha mensosialisasikan cara pengenalan autisme sedini mungkin. Upaya ini diharapkan mampu memperbesar peluang para penderita memperoleh penanganan khusus agar tumbuh kembangnya tetap optimal.

“Kami juga berupaya memenuhi kebutuhan anak-anak autis layaknya anak normal. Mereka juga tidak boleh mendapat tindak kekerasan atau bullying.”

Direktur Rehabilitasi Anak Kementerian Sosial Nahar menjelaskan, autisme dalam Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas termasuk dalam penyandang disabilitas mental.

Direktur Rumah Autis Isti Munawaroh mengakui jumlah penderita autisme di Indonesia bertambah. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya tempat terapi penderita autisme di Tanah Air. Namun, dia menilai data penyandang autisme di Indonesia sampai saat ini belum valid karena pendataan sensus penduduk sebatas menanyakan jumlah anak tanpa menyebutkan status kesehatannya.

“Kalaupun ada pendataan sebatas untuk anak berkebutuhan khusus umum,” katanya.

Pemerintah, lanjut Isti, diharapkan melengkapi regulasi untuk penanganan penyandang autisme.

“Selama ini hanya beberapa rumah sakit yang menyediakan klinik dan terapi untuk penderita autisme. Jumlah terapis dan dokter yang menangani penderita autisme di Indonesia masih minim dan penyebarannya tidak terlalu merata”.

Sumber: Harnas

Leave Your Comment