Emergency Help! +62 811 866869
Advanced
Search
  1. Home
  2. Inspirasi dari Ketut Jogaster, Ayah dari Anak Autis yang Menginspirasi

Inspirasi dari Ketut Jogaster, Ayah dari Anak Autis yang Menginspirasi

  • August 17, 2019
  • 0 Likes
  • 131 Views
  • 0 Comments

Ketut Jogaster Susenapathy adalah ayah dari anak kembar autis. Dua anak kembarnya itu kini berusia 23 tahun, satu di antaranya dititipkan di yayasan, karena kalau disatukan, mereka akan saling merugikan.

Tagar menemuinya di Yayasan Sehati, Denpasar Utara, Bali, Senin, 12 Agustus 2019. Jogester bercerita banyak tentang anak kembarnya itu.

“Saat saya meminta anak saya mengambilkan gelas, dan yang dia berikan ke saya sebuah gelas, saya tetap bersyukur, saya anggap anak saya sudah lulus S2, itulah proses hidup anak saya,” kata Jogester.

Anugerah terindah pasangan adalah saat anak-anak lahir ke dunia. Semua orangtua pasti bahagia to the moon and back, tak terkira saat melihat seorang bayi baru dilahirkan dengan penampakan sempurna, berpanca indera lengkap, berambut tebal, berkulit halus selembut sutera dan senyuman polosnya.

Pasti pikiran jadi melayang-layang, akan jadi apa sang penerus generasi kelak puluhan tahun kemudian, untuk melengkapi kebahagiaan orang tua. Jadi presiden kah? Pelukis kah? Guru kah? Gitaris kah? Pebisnis kah? Atau jadi the next Taufik Hidayat, pebulutangkis kebanggaan Indonesia?

Begitu juga mungkin yang ada dalam benak seorang lelaki separuh baya bernama Ketut Jogaster Susenapathy, ayah dari sepasang anak kembar laki-laki, 23 tahun lalu saat bayi kembarnya lahir. Ada janji cinta tanpa batas dari orang tua yang dia ucapkan dalam hati saat melihat sang bayi lahir.

Cinta tanpa batas itu ia buktikan hingga saat ini saat sang anak kembar sudah berumur 23 tahun, meski sang anak mengidap autis dan harus menjalani terapi dan pendampingan setiap waktu selama puluhan tahun hingga sekarang.

Meski angan-angannya akan sebuah cita-cita tinggi untuk sang anak luruh bersama kepasrahannya pada takdir hidup, Jogester tak kehilangan cinta tanpa batasnya.

Leave Your Comment