Emergency Help! +62 811 866869
Advanced
Search
  1. Home
  2. Inilah Jenis Diet Sehat dan Aman untuk Penderita Autis

Inilah Jenis Diet Sehat dan Aman untuk Penderita Autis

  • August 12, 2019
  • 0 Likes
  • 94 Views
  • 0 Comments

Untuk membantu mengatasi anak yang mengalami kondisi autis, selain memberikan terapi dan pengobatan, orangtua harus memperhatikan atau mengatur pola makan dan makanan yang dikonsumsi oleh anak penyandang autis. Berikut ini beberapa makanan sehat untuk anak autis tersebut.

  1. Karbohidrat bebes glutein

Makanan sehat untuk anak autis yang pertama adalah karbohidrat yang tidak memiliki kandugnan glutein didalamnya. Glutein merupakan salah satu kandungan makanan yang tidak boleh dikonsumsi karena dapat menyatu dengan reseptor opioid dalam tubuh sehingga menjadi senyawa gluteomorphin yang dapat memicu penyandang autis berprilaku buruk sehingga harus dihindarkan. Beberapa karbohidrat yang tidak mengandung glutein tersebut diantaranya seperti :

  • Beras
  • Singkong
  • Ubi
  • Talas
  • Jagung
  • Arazut
  • Dan lain sebagainya.
  1. Protein tanpa kasein

Protein yang tidak memiliki kandungan kasein di dalamnya merupakan salah satu makanan yang dapat dikonsumsi dalam program diet anak autis yang disebut sebagai GFCF atau “glutein free casein free”. Sama halnya dengan glutein, kasein juga dapat berinteraksi dengan reseptor opioid didalam tubuh sehingga membentuk senyawa caseomorphin yang dapat mempengaruhi penyandang autis untuk berprilaku buruk sehingga haru dihindari. Beberapa contoh protein tanpa kasein tersebut diantaranya seperti :

  • Protein hewani, seperti daging, ikan segar, daging unggas, telur, udang, kerang.
  • Protein nabati, seperti susu kedelai, tahu, kacang merah, kacang mede, kacanng kapri.
  1. Makanan yang mengandung probiotik

Salah satu makanan lainnya yang menyehatkan serta aman dikonsumsi oleh para penyandang autis adalah probiotik. Probiotik merupakan bakteri baik yang jika dikonsumsi dapat memberikan pengaruh baik terhadap tubuh yang salah satunya memperlancar pencernaan serta meningkatkan jumlah bakteri baik dalam tubuh yang akan melindungi saluran cerna.

Perlindungan saluran cerna ini sangat berguna bagi anak autis karena seringkali permasalahan kesehatan terjadi pada fungsi tubuh tersebut. Perlu diperhatikan bahwa produk probiotik biasanya berbahan dasar susu yang mengandung kasein oleh sebab itu pilihlah produk probiotik yang bebas dari kasein seperti tablet probiotik sebagai suplemen untuk anak autis.

  1. Makanan yang mengandung asam lemak omega 3

Anak autis lebih banyak membutuhkan makanan dengan kandungan lemak essential seperti omega 3 karena kondisi cacat enzimatik yang dapat menyebabkan hilangnya lemak essential dan membran sel otak lebih cepat dari seharusnya.

Kebutuhan asam lemak essential bagi penyandang autis lebih besar dibandingkan anak normal lainny sehingga membutuhkan asupan makanan yang banyak mengandunga asam lemak essential. Beberapa makanan yang memiliki kandungan asam lemak omega 3 diantaranya seperti :

  • Ikan, seperti ikan salmon, ikan sarden, dan beberapa ikan lainnya.
  • Kacang kacangan, seperti kacang almond, kacang kenari, biji rami.
  1. Sayuran dan buah buahan

Makanan lainnya yang juga dapat dikonsumsi oleh anak autis serta memiliki manfaat menyehatkan tubuh adalah sayuran dan buah buahan. Sayuran dan buah yang aman dikonsumsi oleh anak autis adalah sayuran dan buah segar yang tidak melalui proses pengawetan. Contoh sayuran dan buah yang dapat dikonsumsi oleh anak penyandang autis seperti :

  • Sayuran, brokoli, kembang kol, wortel, timun, terong, bayam, labu siam, sawi, tomat, buncis, dan beberapa lainnya.
  • Buah buahan, apel, papaya, mangga, pisang, jambu, jeruk, semangka, dan sebagainya.

Itulah beberapa daftar makanan sehat untuk anak autis yang aman dikonsumsi dan merupakan salah satu bentuk upaya untuk menanggulangi resiko terjadinya perilaku buruk pada anak berkebutuhan khusus tersebut.  Makanan tersebut juga merupakan salah satu upaya pencegaha dalam cara mengatasi anak autis marah.

Sumber: Hamil.co.id

Leave Your Comment