Emergency Help! +62 811 866869
Advanced
Search
  1. Home
  2. Ibu, Ini Dia Penyebab Gangguan Spektrum Autisme pada Anak

Ibu, Ini Dia Penyebab Gangguan Spektrum Autisme pada Anak

  • August 13, 2019
  • 0 Likes
  • 34 Views
  • 0 Comments

Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 2 juta anak di lima negara menegaskan bahwa peran genetik adalah faktor terbesar pemicu risiko perkembangan gangguan spektrum autisme (GSA). Gangguan spektrum autisme menunjukan gejala, yaitu: defisit pada ranah komunikasi dan interaksi sosial.

Menurut laporan JAMA Psychiatry, para peneliti menemukan adanya gangguan spektrum autisme sebanyak 81 persen yang didapat dari gen yang diwariskan. Sementara faktor lingkungan menyumbang kurang dari 20 persen dari risiko itu. Sedangkan faktor ibu—seperti berat ibu, apakah sang ibi memiliki sindrom ovarium polikistik, melahirkan bayi melalui operasi caesar, dan lain-lain—ditemukan memiliki dampak “tidak ada atau minimal” pada perkembangan kelainan tersebut.

Untuk mencapai kesimpulan ini, sebuah studi melihat catatan medis lebih dari 2 juta anak yang lahir di Denmark, Finlandia, Swedia, Israel, dan Australia Barat antara tahun 1998 dan 2011. Tim peneliti internasional mencoba mengamati subjek terkait sampai mereka mencapai usia 16 tahun. Saat mencapai usia itu, lebih dari 22.000 didiagnosis dengan GSA. Seperti yang sudah sering terjadi, pada kenyataannya kondisi ini jauh lebih kompleks dibandingkan perkiraan awal.

GSA belum pernah dikaitkan dengan satu penyebab saja dan kemungkinan besar merupakan hasil dari sejumlah faktor yang saling berhubungan. Artinya faktor lingkungan masih dapat memainkan peran timbulnya kelainan itu, walaupun peneliti masih belum yakin lingkungan seperti apa yang menjadi faktor risikonya. Para ilmuwan juga tidak sepenuhnya mengetahui interaksi gen spesifik yang dapat berkontribusi pada GSA, meskipun ada banyak penelitian yang meneliti hal ini.

“Meskipun keluarga seringkali paling peduli MENGIDENTIFIKASI faktor risiko lingkungAn untuk autisme, kenyataannya faktor genetik memainkan peran yang jauh lebih besar secara keseluruhan,” ujar Dr Andrew Adesman, direktur pediatrik perkembangan dan perilaku di Cohen Children’s Medical Center di New Hyde Park

“Faktor lingkungan juga memainkan peran yang lebih kecil, tetapi penting. Ini tidak berarti bahwa kita dapat sepenuhnya mengabaikan faktor risiko lingkungan dan interaksinya dengan faktor risiko genetik,” tambahnya.

Penelitian ini bukanlah satu-satunya yang menunjukkan kesimpulan bahwa autisme sebagian besar dapat dijelaskan lewat uji coba genetika. Penelitian pada anak kembar telah terbukti sangat berguna untuk menentukan heritabilitas GSA. Satu studi mengenai anak kembar pada 2016 menunjukkan bahwa pengembangan GSA mencapai 64 hingga 91 persen turun dari genetika.

 

Sumber: iflscience.com & jamanetwork.com

Leave Your Comment