Emergency Help! +62 811 866869
Advanced
Search
  1. Home
  2. Huss! Autisme itu Bukan Gangguan Mental

Huss! Autisme itu Bukan Gangguan Mental

  • June 21, 2019
  • 0 Likes
  • 38 Views
  • 0 Comments

Anak autis kerap kali dikatakan sebagai anak bodoh, mengalami keterbelakangan mental, bahkan ada yang menganggapnya mengalami gangguan jiwa. Beberapa dokter yang kurang memberi ‘perhatian’ terhadap hal ini pun menganggap autisme terjadi karena kurangnya peran asuh orang tua.

Dr Dwidjo Saputro, Sp.KJ menyatakan itu tidak benar. Ia menegaskan bahwa anak autis bukanlah bodoh apalagi gangguan mental.

“Anak autis tidak bodoh, hanya saja ia mengalami hambatan dalam perkembangan otaknya. Ini juga bukanlah gangguan mental. Penyebabnya juga bukan karena psikologis tetapi banyak faktor, salah satunya genetika atau penyimpangan kromosom. Akibatnya mereka mengalami keterlambatan perkembangan,” jelas dr Dwidjo Saputro, Sp.KJ, ketua Asosiasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja (Akeswari).

Ia mengungkapkan hal tersebut dalam seminar yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan dengan tema Diagnosis Akurat, Pendidikan Tepat dan Dukungan Kuat Untuk Menciptakan Masa Depan Anak Autis yang Lebih Baik, di Jakarta.

Dr Dwidjo juga menambahkan bahwa 70 persen dari anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) memiliki IQ 20-70 saja, tetapi sisanya memiliki kognitif yang baik. Namun, keduanya sama-sama mengalami disabilitas sosial.

Ia juga mengungkapkan bahwa tidak semua anak ASD berbakat, itu semua tergantung pada orang tua yang mendidik dan mengasuhnya. Anak ASD harus mendapatkan dukungan penuh dari kedua orangtuanya untuk beradaptasi. ASD memang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol dan dikembangkan. Pola asuh serta perhatian yang lebih dari orang tua dapat membuat anak ASD mengetahui potensinya serta percaya diri walau dia autis.

“Mereka bisa percaya diri walau autis, faktor keluarga cukup menentukan,” tegas dr Dwidjo.

Dalam seminar ini disuguhkan pula penampilan musik dari anak-anak dengan ASD. Beberapa di antara mereka ternyata pasien dr Dwidjo yang berhasil mengoptimalkan dirinya walau autis.

Sumber: DetikHealth

Leave Your Comment