Emergency Help! +62 811 866869
Advanced
Search
  1. Home
  2. Cara Mengenali Potensi dan Mengembangkan Bakat Anak Autis

Cara Mengenali Potensi dan Mengembangkan Bakat Anak Autis

  • August 13, 2019
  • 0 Likes
  • 122 Views
  • 0 Comments

Setiap anak memiliki bakat; anak dengan kebutuhan khusus juga mempunyai kemampuan spesial. Bakat harus dikembangkan melalui latihan dan rangsangan secara terus menerus. Orang tua harus menstimulasi anak sejak usia dini melalui kegiatan yang menyenangkan (bermain). Tugas orang tua-lah mengenali dan mengembangkan bakat anak. Tentu ini membutuhkan ketekunan, kesabaran, ketelatenan, kreativitas.

Bagi orang tua yang memiliki anak penyandang autisme, jangan bosan untuk mengembangkan bakat anak sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

Potensi Anak Penyandang Autisme

Potensi Anak Autisme Cara Mengembangkan Potensi
• Sama seperti anak normal hanya saja perkembangannya mengalami hambatan.

• Sering tidak dapat berkembang karena masalah perilaku.

• Diperlukan metode khusus yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak

• Penanganannya harus kontinyu dan terprogram.

• Menangani masalah sensorik, seperti hipersensitif, hiposensitif atau kombinasi keduanya

• Fokus pada kelebihan anak

• Mengenali kecerdasan majemuk

• Mengenali gaya belajar anak

• Empati

Tabel 1 : Potensi Anak Autisme

Perilaku Bermasalah Anak Autisme

Masalah Perilaku Penanganan Perilaku Bermasalah
1. Perilaku berlebihan :      misalkan tantrum, berlari-larian, melompat-lompat, dll.

2. Perilaku defisit: kurang perhatian, motivasi rendah, kurang mampu bersosialisasi, dll.

1. Kenali karakteristik anak

2. Analisa penyebab perilaku

3. Ajarkan tingkah laku pengganti

4. Konsisten dan intensif

Tabel 2 : Perilaku Bermasalah Anak Autisme

Gardner : KECERDASAN MAJEMUK

  1. S patial – visual  intelligence
  2. L inguistic intelligence
  3. I nterpersonal intelligence
  4. M usical intelligence
  5. N aturalist intelligence
  6. B odily-kinesthetic intelligence
  7. I ntrapersonal intelligence
  8. L ogical-mathematical intelligence
  1. Kecerdasan ruang

Ciri-cirinya : 

  1. Bermain puzzle, balok, maze, membangun bentuk
  2. Mengamati gambar / poster /  film
  3. Berimajinasi membentuk bangunan lewat permainan
  4. Kreatif berimajinasi dengan mainan (internal imagery)

Stimulasi   :

  1. Menggambar, melukis, memberi buku ilustrasi
  2. Membuat prakarya
  3. Mengunjungi berbagai tempat (museum, obyek wisata)
  4. Menggunakan gambar, film, peta, slide, dll untuk merangsang rasa ingin tahu anak dan mengembangkan kemampuan bermain imajinasi dengan mainan
  5. Mengatur dan merancang (misal : rak sepatu, rak mainan, rak buku,  kamar tidur)sesuai kemampuan motorik dan usia anak
  1. Kecerdasan musikal (musical)

Ciri-cirinya :

  1. Mudah mengenali dan mengingat nada
  2. Menyukai kegiatan yang melibatkan pola ritmis sebagai alat bantu belajar (misal, ‘melagukan’ pelajaran yang sedang dipelajari)
  3. Mudah mengenali dan mempertahankan beat lagu yang sedang didengar atau dimainkan
  4. Peka terhadap ritme, ketukan, irama dan melodi lagu/musik

Stimulasi   :

  1. Memperdengarkan musik
  2. Menyanyikan atau memutar lagu (kaset / CD / radio)
  3. Latihan mengenal ritme melalui gerak tubuh dan alat musik sederhana buatan sendiri
  4. Belajar bersenandung melalui kegiatan bermain dan secara bertahap dengan lagu-lagu sederhana
  5. Melakukan gerak berirama (menari-bebas mengikuti irama lagu)
  6. Mendengarkan musik bersama dan mengajak anak untuk mengenali alat-alat musik yang digunakan, menggambar dengan musik, membuat alat musik sederhana.
  1. Kecerdasan naturalis/lingkungan (naturalist)

Ciri-cirinya :

  1. Menikmati benda-benda dan cerita yang terkait dengan fenomena alam (misal, terjadinya awan dan hujan)
  2. Gemar mengumpulkan batu-batuan, kupu-kupu, kulit kerang,
  3. Menyukai binatang dan gemar mengamati perilaku binatang
  4. Menyukai kegiatan berkebun, menanam sesuatu serta mengamati pertumbuhan tanaman
  5. Senang dengan kegiatan yang berhubungan dengan alam (berkemah, memandangi awan, mengamati barisan semut, meneliti bunga-bunga, dll).

Stimulasi   :

  1. Memiliki binatang peliharaan (misal, ikan dalam akuarium)
  2. Menanam biji-bijian atau tumbuhan dalam tabung / pot
  3. Menggambar binatang/tumbuhan/bagian dari alam hasil pengamatan anak
  4. Membuat hiasan dari kerang atau bebatuan
  5. Mengajak anak dalam kegiatan di alam
  6. Mengunjungi kebun binatang/taman safari, sea world, museum serangga, planetarium, perkebunan dan peternakan
  7. Memberikan pengetahuan untuk mengantisipasi bahaya alam, seperti : jenis binatang buas, serangga berbisa, tanaman dan jamur beracun, petir, banjir, dll
  1. Kecerdasan gerak tubuh

Ciri-cirinya :

  1. Keterampilan motorik halus dan kasar yang baik
  2. Senang bergerak (berjalan, berlari, melompat, menari, dll)
  3. Suka menyentuh sesuatu (eksplorasi melalui sentuhan/perabaan dan otot-otot)
  4. Suka memperbaiki atau membongkar sesuatu
  5. Sering menggunakan atau menggerakkan anggota tubuhnya ketika berbicara

Stimulasi   :

  1. Menari
  2. Bermain peran
  3. Bermain gesture (gerak tubuh dan tangan)
  4. Drama, pantomim
  5. Latihan fisik (misal, berjalan di atas papan, senam mencium lutut, bermain lompat tali,  dll
  6. Berbagai olah raga sesuai usia dan perkembangan motorik anak
  7. Bermain sepeda, sepatu roda, dll
  1. Kecerdasan logika-matematika

Ciri-cirinya :

  1. Pandai dalam matematika, catur, dan  memprogram komputer.
  2. Berpikir menggunakan pola-pola dan hubungan   antara pola-pola dengan angka.
  3. Pada masa kanak-kanak mereka tertarik pada musik dan bisa memainkan alat musik hanya dari mendengar saja.

Stimulasi   :

  1. Mengelompokkan benda
  2. Bermain puzzle, balok, lego
  3. Memperkenalkan bentuk geometri dan pola
  4. Mengukur sesuatu
  5. Membandingkan berat benda
  6. Bermain kartu, kalkulator,  komputer
  7. Interaksi dengan konsep matematika dalam praktek (misal, menghitung belanjaan – sesuai usia)

Sumber: Asmiani Fauziah

Leave Your Comment