Emergency Help! +62 811 866869
Advanced
Search
  1. Home
  2. Belajar dari Musisi Anji dalam Merawat Anaknya yang Menyandang Autisme

Belajar dari Musisi Anji dalam Merawat Anaknya yang Menyandang Autisme

  • August 31, 2019
  • 0 Likes
  • 39 Views
  • 0 Comments

Siapa yang tak kenal Anji, seorang musisi terkenal dengan lagu-lagunya yang romantis. Anji Manji dan istrinya, Wina Natalia, berbagi cerita tentang putra bungsunya, Sigra Umar Narada, yang didiagnosa menderita Autism Spectrum Disorder (ASD).

Melalui kanal YouTube-nya, Anji dan Wina kompak menceritakan kondisi Sigra atau SUN. Dan, pasangan suami istri yang menikah sejak 2012 ini baru membagikan kisah tentang Sigra setahun setelah sang putra didiagnosa ASD oleh dokter.

Bungsu yang disapa Sigra itu justru didiagnosis mengidap Autism Spectrum Disorder (ASD) atau Gangguan Spektrum Autisme sejak umur tiga tahun. Kondisi ini mempengaruhi kemampuan Sigra dalam bersosialisasi, berkomunikasi dan berperilaku.

Salah satunya juga menyebabkan tantrum atau ledakan emosi yang ditandai dengan menangis terus menerus, berteriak, atau bahkan menjerit-jerit. Terlebih Sigra juga mengalami keterlambatan dalam hal berbicara.

Hingga umur dua setengah tahun, Sigra masih belum bisa berbicara dan justru membuatnya lebih sering mengalami tantrum. Hal itu diungkapkan oleh Anji dan Wina dalam tayangan YouTube di kanal Keluarga Kece belum lama ini.

Awalnya, keterlambatan Sigra dalam berbicara dianggap wajar oleh Anji dan Wina. Karena semua kakak-kakaknya juga mengalami hal yang serupa. “Begitu udah mulai 2,5 tahun nih, kok dia kayak gini. Dia suka nggak fokus sama suka marah atau tantrum,” ujar Wina.

Setelah memutuskan untuk melakukan pemeriksaan, baik Wina dan Anji sempat merasa tidak percaya saat Sigra didiagnosa ASD. Namun seiring berjalannya waktu, keduanya sepakat untuk memberikan terapi bagi Sigra, khususnya untuk mengurangi tantrumnya.

“Pada saat didiagnosa ASD itu, mereka langsung menyarankan Sigra untuk melakukan diet. Jadi Sigra bener-bener dibatasi makanannya, dia harus bebas glutten.”

“Jadi misal harus bener-bener susu sapi, tidak boleh turun turunannya, kayak keju dan mentega. Itu gak boleh,” jelas Wina.

Wina juga sempat membawa Sigra untuk tes alergi. Benar saja, Sigra ternyata tidak boleh mengonsumsi telur.

“Ternyata setelah kita coba (diet makanan), itu sangat berpengaruh,” terang Wina.

“Yang jelas tantrumnya jadi hilang,” imbuh Anji.

Setahun menjalani terapi dan diet, diakui Anji dan Wina perkembangan Sigra cukup luar biasa. Bahkan jika melihat langsung, orang lain mungkin tak akan mengira Sigra mengalami ASD. Oleh sebab itu, Wina menekankan,”untuk orang tua yang punya anak istimewa, ya itu tadi, harus bisa menerima.”

“Segera konsultasi ke dokter tumbuh kembang, untuk tahu apa yang harus dilakukan,” imbuhnya.

Sumber: Nakita

Leave Your Comment