Emergency Help! +62 811 866869
Advanced
Search
  1. Home
  2. Begini Caranya Memahami Karakter Anak Autis

Begini Caranya Memahami Karakter Anak Autis

  • February 24, 2020
  • 0 Likes
  • 116 Views
  • 0 Comments

Anak-anak dengan Gangguan Spektrum Autisme tidak pernah atau jarang menunjukkan perilaku sosial, keterampilan komunikasi, dan pemahaman emosional. Mereka hanya mencoba berkomunikasi (monolog) dengan orang tua atau pengasuh mereka untuk menunjukkan kebutuhan. Mereka memiliki empati yang kurang dan jarang menanggapi tawaran sosial dari orang-orang di sekitar mereka. Mereka juga jarang menikmati aktivitas dengan orang lain (misalnya bermain). Tingkat kecacatan dan gejalanya sangat bervariasi di setiap anak.

Memahami Gangguan Spektrum Autisme

Orang tua yang berurusan dengan anak-anak pada spektrum autisme, mendengar istilah berbeda yang terlibat dengan gangguan tersebut. Mereka menghadapi kata-kata seperti ‘autisme berfungsi tinggi’, ‘gangguan spektrum autisme’, ‘gangguan perkembangan,’ dll. Namun, kebutuhan unik anak lebih penting. Mendapatkan bantuan untuk mendiagnosis gejala anak dan menemukan opsi perawatan yang memenuhi kebutuhan mereka adalah prioritas utama orang tua.

Pada anak-anak, kelainan spektrum autisme didiagnosis dengan adanya berbagai gejala yang mengganggu kemampuan mereka untuk berkomunikasi, mempertahankan hubungan sosial, belajar, dan bermain.

Autisme dan Perilaku Sosial

Bagi anak-anak dalam spektrum, mempertahankan interaksi sosial yang menyenangkan dapat menjadi tugas yang sulit. Gejala perilaku sosial yang menunjukkan autisme meliputi:

  • Bahasa tubuh dan ekspresi wajah yang tidak sesuai dengan perasaan mereka.
  • Memiliki minat yang kurang dan mereka tidak menunjukkan objek dari ketertarikan (mainan, game, bahan makanan).
  • Kurangnya minat pada orang lain dan lebih suka menyendiri, serta kerap gagal dalam interaksi sosial atau berteman.
  • Kurang menmahami isyarat non-verbal.
  • Tahan saat disentuh atau dipeluk.

Autisme dan Kesulitan Komunikasi

Anak-anak dengan autisme cenderung berusaha memiliki kemampuan berbicara dan komunikasi yang mudah dideteksi.

  • Keterlambatan pengembangan bicara atau tidak adanya suku kata tunggal bahkan setelah berusia 2 tahun
  • Nada suara tidak normal
  • Mengucapkan kata atau frasa berulang kali
  • Kesulitan memulai percakapan
  • Ketidakmampuan memahami pernyataan sederhana

Perilaku Terbatas atau Berulang

Anak-anak dengan gangguan autisme menunjukkan perilaku yang obsesif, kaku, dan terbatas. Gejala-gejalanya antara lain:

  • Gerakan berulang seperti bergerak dalam lingkaran, goyang, bertepuk tangan, dll
  • Lampiran obsesif ke benda-benda (kunci, boneka, mobil). Terpesona oleh bagian-bagian mainan mereka (ban mobil, wajah boneka)
  • Mereka berbaris mainan dan benda-benda dalam urutan tertentu, berulang-ulang
  • Bereaksi terhadap perubahan dalam rutinitas harian mereka
  • Mereka memiliki postur yang tidak normal dan berjalan dengan cara yang tidak biasa

Tanda-Tanda Lain Yang Menunjukkan Autisme

Terlepas dari gejala sosial, komunikasi dan perilaku, anak-anak dengan gangguan spektrum autisme juga menunjukkan tanda-tanda berikut:

Masalah Sensorik: Banyak anak dengan autisme menunjukkan reaksi hiper atau hipo terhadap input sensorik (suara, tekstur, cahaya, suhu, dan rasa sakit). Mereka mudah terganggu bahkan oleh suara paling lembut, suara mendadak dan keras (telepon berdering).

Komplikasi Emosional: Anak-anak pada spektrum autisme kurang menunjukkan emosi mereka. Tanpa alasan yang jelas, mereka berteriak, menangis, atau tertawa histeris. Ketika agresif, mereka dapat membahayakan diri mereka sendiri. Mereka tidak menyadari bahaya di sekitar mereka seperti melompat dari ketinggian atau memindahkan kendaraan.

Jika salah satu dari gejala di atas terlihat pada anak anda, kunjungan ke dokter dan penanganan tahap awal dengan obat-obatan, terapi, dan diet dapat membantu si kecil menikmati hidup semaksimal mungkin.

 

Sumber Artikel

Leave Your Comment