Emergency Help! +62 811 866869
Advanced
Search
  1. Home
  2. Ternyata, Kandungan Logam pada Gigi Bayi Dapat Mendeteksi Autis

Ternyata, Kandungan Logam pada Gigi Bayi Dapat Mendeteksi Autis

  • October 3, 2019
  • 0 Likes
  • 31 Views
  • 0 Comments
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari beberapa program studi medis, di universitas-universitas menemukan fakta bahwa kandungan logam pada gigi bayi dapat menunjukan penyebab autisme dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) pada anak.
Seperti dilansir Live Science, Rabu (2/10), dalam penelitian awal tersebut, para peneliti menggunakan jaringan gigi yang mengandung logam trace, logam seperti seng yang penting untuk tubuh dan timbal yang mana buruk untuk tubuh. Dari situ, dapat dilihat perbedaan sebesar apa kemampuan anak dalam mengatur metabolisme tubuh mereka.
Menurut penelitian yang diterbitkan 25 September di jurnal Translational Psychiatry, jika dibandingkan dengan anak biasa tanpa gangguan perkembangan saraf, anak dengan autisme dan ADHD, mempunyai kemampuan untuk mengolah metabolisme kurang maksimal.
Karena kemampuan kurang maksimal itulah, yang kemudian membuat tubuh anak terpapar logam beracun yang terdapat dalam gigi bayi. Hingga pada akhirnya, racun tersebut mencapai otak dan mengganggu perkembangannya.
“Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa paparan logam beracun dapat mengganggu perkembangan otak, tetapi studi ini menunjukkan ada lebih banyak cerita. Bukti menunjukkan bahwa ADHD dan autisme mungkin melibatkan gangguan dalam jalur kimia yang sama,” kata psikolog medis di Columbia University Medical Center, Dr. Amy Margolis.
Sementara itu, dalam penelitian sebelumnya, ditemukan fakta bahwa orang-orang dengan autisme dan ADHD mempunyai lebih banyak kandungan logam yang mengandung racun, seperti timbal, merkuri dan mangan di dalam darah dan urin mereka. Sedangkan kandungan logam baik, seperti seng sangat tipis.
“Apa yang tidak bisa dilakukan adalah memberi tahu Anda berapa banyak [logam] yang Anda terpapar di masa lalu,” kata salah seorang peneliti, yang juga ahli biologi komputasi di Sekolah Kedokteran Icahn di Gunung Sinai di New York, Paul Curtin.
Selain pada anak, Curtin dan prneliti lainnya pun ingin mengetahui juga bagaimana logam mempengaruhi perkembangan ADHD dan autisme di dalam rahim. Untuk itu, mereka mengambil pendekatan yang berbeda.
Dia menjelaskan, gigi janin mulai tumbuh pada akhir trimester pertama kehamilan. Selanjutnya, pada trimester kedua akan ada lapisan-lapisan yang terdiri dari logam menumpuk, membentuk garis-garis, yang mirip dengan lingkaran cincin pohon.

Leave Your Comment