Emergency Help! +62 811 866869
Advanced
Search
  1. Home
  2. Berikut Beberapa Hal yang Menyebabkan Autisme dan Cara Mengobatinya Menurut Dokter Nena

Berikut Beberapa Hal yang Menyebabkan Autisme dan Cara Mengobatinya Menurut Dokter Nena

  • August 26, 2019
  • 0 Likes
  • 16 Views
  • 0 Comments

Putri sulung Dian Sastrowardoyo, Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo mengidap autisme sejak kecil.

Artis peran Dian Sastrowardoyo menceritakan kisah anaknya dalam acara Special Kids Expo (SPEKIX) 2019 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Pusat, Sabtu (24/8/2019).

Bersama dokter psikolog klinis Nena Mawar Sari S Psi,Psikolog, yang sekarang bertugas di RSUD Wangaya serta Denpasar Mental Health Centre, Tribun Bali menanyakan bagaimana penyebab dan pengobatanautisme.

Nena mengungkapkan penyebab anak terkena autisme bisa bermacam-macam.

“Penyebabnya bisa faktor genetik, kehamilan ibu di atas usia 35 tahun, paparan pestisida pada makanan yang dimakan ibu hamil, obat-obatan yg diminum ibu saat mengandung, dan kelainan zat kimia otak bawaan pada janin,” katanya.

Ia menuturkan, pengobatan anak autis itu tidak sama dalam setiap anak.

Hal itu dikarenakan mereka memiliki karakter berbeda tergantung tingkat keparahan.

Ia menjelaskan ada beberapa terapi untuk mengobati autisme.

“Biasanya dilakukan terapi wicara, terapi perilaku, terapi fisik, pengaturan pola makan, okupasi terapi dan terkadang dilakukan juga farmakoterapi atau terapi dengan obat,” jelasnya.

1. Terapi wicara

Dalam terapi ini anak akan dilatih melafalkan kata-kata yang tidak sempurna dengan metode tertentu oleh seorang terapis.

Tujuannya agar anak dapat melafalkan kata-kata lebih sempurna.

2. Terapi fisik

Menurutnya terapi fisik dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar dan halus anak autis lebih terkendali dan baik.

Biasanya anak diminta untuk bermain puzzle, menata balok, mewarnai, lempar tangkap bola, renang dan lain-lain.

3. Terapi perilaku

Nena mengatakan anak dilatih untuk berperilaku sesuai dengan keseharian anak normal, misal bersalaman, berkata tolong atau terima kasih, membereskan mainannya, berbagi dengan teman.

4. Pengaturan pola makan

Pengaturan pola pada anak autis dirasa perlu menurutnya, supaya tidak bertambah parah karena ada beberapa makanan pantangan anak autis, seperti diet karbohidrat, gula dan penyedap rasa.

5. Farmakoterapi

Ia menjelaskan, farkamoterapi ialah membantu mengurangi gejala anak autis dengan obat-obatan.

6. Okupasi terapi

Biasanya diberikan untuk menguatkan fungsi tubuhnya, okupasi terapi juga untuk menjadikan anak lebih mandiri.

Ia mengungkapkan autis tidak dapat sembuh sepenuhnya, tetapi dapat dikurangi gejalanya dengan terapi yang teratur serta dukungan dari keluarga, lingkungan dan sekolah.

Sumber: Tribunnews

  • Share:

Leave Your Comment